Penulisan PR


            Menurut Kasali (1994), strategi penulisan pesan yang dapat dilakukan oleh PR antara lain?
1.      Strategi Informasi
a.       Mengungkap fakta
b.      Menuuju sasaran
c.       Digunakan pada peluncuran produk baru, kampanye consumer awareness dan program – program pelayanan masyarakat.
2.      Strategi Argumentasi
a.       Ada dua sisi yang dapat muncul ke permukaan dari suatu isu
b.      Persuasif
c.       Memberikan alasan – alasan logis kepada audiens terutama pada mereka yang masih netral dan terbuka untuk argumentasi
3.      Strategi Citra (Image)
a.       Untuk mengembangkan dan memelihara identitas yang kuat dan mudah diingat
b.      Tujuannya adalah mengaitkan persepsi ke dalam suatu konsep atau simbol tunggal yang mewakili pesan
c.       Strategi citra yang berhasil adalah strategi yang menghasilkan persepsi bahwa citra tersebut merupakan subjek, bukan sekedar simbol
d.      Banyak dipakai pada kampanye politik dan kampanye produk yang berkonotasi
4.      Strategi Emosional
a.       Dimaksudkan untuk membujuk
b.      Dapat dipakai pada kampanye-kampanye dimana penerima pesan bersifat netral atau sudah mulai positif terhadap pengirim pesan dengan menggugah perasaan seseorang
c.       Memilih kata atau struktur kalimat yang sifatnya menggugah perasaan, seperti patriotisme, romantisme atau kadang-kadang humor
5.      Strategi Menghibur
Sangat efektif bila digunakan dalam keadaan persaingan yang ketat dan lingkungan yang rumit
            Artikel lain yang dapat kalian kunjungi (www.rafting-pacet.com)

Penulis            : Muhammad Yanuar Boni S

No Telp           : 081554623886

Variasi Media Public Relations


                                    
a) Media pers (press)
Media ini terdiri dari berbagai macam koran yang beredar di masyarakat secara umum, baik yang berskala regional maupun nasional atau bahkan internasional, koran-koran gratis, majalah-majalah, yang diterbitkan secara umum maupun hanya dalam jumlah terbatas untuk kalangan tertentu; buku-buku petunjuk khusus; buku-buku tahunan dan laporan-laporan tahunan dari berbagai lembaga yang sengaja dipublikasikan untuk umum.

b) Audio-visual
Media ini terdiri dari slide dan kaset video, film-film dokumenter.

c) Radio
Kategori ini meliputi semua jenis radio, mulai dari yang berskala lokal, nasional hingga internasional baik yang dipancarkan secara luas maupun yang dikemas secara khusus.

d) Televisi
Televisi sebagai media PR tidak hanya televisi nasional atau regional tapi juga televisi internasional, termasuk pula sistem-sistem teletex.

e) Pameran (exhibition)

f) Bahan-bahan cetakan (printed material)
Yakni berbagai macam bahan cetakan yang bersifat mendidik, informatif, dan menghibur yang disebarkan dalam berbagai bentuk guna mencapai tujuan humas tertentu.

g) Penerbitan buku khusus (sponsored books)
Isi buku ini bisa bermacam-macam, misalnya saja mengenai seluk-beluk organisasi, petunjuk lengkap mengenai cara penggunaan produk-produknya atau bisa juga mengenai keterangan tentang berbagai aspek yang berkenaan dengan produk atau organisasi itu sendiri.

h) Surat langsung (direct mail)
Surat PR seperti ini tidak saja ditujukan kepada tokoh atau pribadi-pribadi tertentu saja, tetapi juga kepada berbagai macam lembaga yang sekiranya relevan, atau untuk dipajang di tempat-tempat umum.

i) Pesan-pesan lisan (spoken words)
Penyampaian pesan PR juga bisa dilakukan melalui komunikasi langsung atau tatap muka.

j) Pemberian sponsor (sponsorship)
Suatu organisasi atau perusahaan bisa pula menjalankan kegiatan PRnya melalui penyediaan dana atau dukungan tertentu atas penyelenggaraan suatu acara seni, olahraga, ekspedisi, beasiswa universitas, sumbangan amal, dan sebagainya. Kegiatan penyediaan sponsor ini juga sering dilakukan dalam rangka melancarkan suatu iklan atau mendukung usaha-usaha pemasaran.



k) Jurnal organisasi (house jurnals)
Suatu bentuk terbitan dari sebuah perusahaan atau organisasi yang sengaja dibuat dalam rangka mengadakan komunikasi dengan khalayaknya.

l) Ciri khas (house style) dan identitas perusahaan (corporate identity)
Bentuknya bisa bermacam-macam, tergantung pada bentuk dan karakter organisasinya. Ciri khas organisasi atau identitas perusahaan ini sengaja diciptakan untuk mengingatkan khalayak atas keberadaan dari organisasi yang bersangkutan.

m) Bentuk-bentuk media humas lainnya
Misalnya banyak perusahaan sengaja menyisipkan pesan-pesan sosial pada kemasan produknya agar khalayak mengetahui bahwa mereka bukanlah binatang ekonomi yang semata-mata mengejar keuntungan.

Artikel lain yang dapat kalian kunjungi (www.songa-rafting.com)

Penulis            : Muhammad Yanuar Boni S

No Telp           : 081554623886

Media Dalam Public Relations


Media merupakan jalur terpenting dalam kegiatan PR. Media yang ada saat ini sangat bervariasi. Anda harus bekerja keras agar dapat mendorong media untuk memuat pendapat anda. Oleh karena itu, Anda memerlukan ‘cerita’ dan perlu dipikirkan secara tepat apa yang ingin anda lakukan dan ditujukan kepada pihak mana. Hal ini bertujuan agar terjadi hubungan yang baik dengan media. Untuk melakukan hal itu, Anda harus mengetahui sifat media tersebut. Ada beberapa media yang dapat dijadikan mitra untuk bekerjasama oleh PR, diantaranya sebagai tersebut:
1.      Pers,
2.      Broadcasting media (televisi dan radio),
3.      Film dokumenter dan visual aids,
4.      House Jurnals,
5.      Corporate Identity,
6.      Printed Material,
7.      Corporate Advertising,
8.      Sponsorship,
9.      Conferences dan Seminar,
10.  Exhibitions,
Menurut Kasali (1994), dalam memilih media yang dijadikan mitra untuk bekerjasama harus memperhatikan hal-hal berikut ini:
1.      Siapa audience media tersebut?
2.      Berapa jauh jangkauan media?
3.      Dimana menjangkau audience-nya?
4.      Bagaimana kredibilitas dan keahlian wartawan media tersebut?
5.      Bagaimana kecepatan media menjangkau audience-nya?

Kepada Publik

Bila membandingkan media PR dan media iklan, akan muncul lima hal menarik:

1) Kampanye periklanan dan kampanye humas sama-sama bisa menggunakan berbagai macam media.

2) Para praktisi PR berhubungan dengan para editor, jurnalis, serta para produser TV dan radio, sedangkan para praktisi periklanan lebih banyak berhubungan dengan para manager iklan dari berbagai perusahaan, petugas iklan di media massa (radio, koran, televisi, majalah, dan sebagainya).

3) Iklan sifatnya jauh lebih komersial dibandingkan dengan PR.

4) Kampanye periklanan biasanya dilakukan terbatas pada media-media yang bisa diharapkan akan membuahkan hasil maksimal (misalnya lonjakan penjualan) dengan biaya serendah-rendahnya.

 Sedangkaan kampanye PR bersedia menggunakan media apa saja, asalkan bisa menjangkau sebanyak mungkin khalayak.


5) Tidak seperti dunia periklanan, dunia PR dapat menggunakan berbagai media khusus seperti jurnal-jurnal internal, buletin atau sekedar majalah dinding.

Artikel lain yang dapat kalian kunjungi (www.tips-indonesia.com)



Penulis            : Muhammad Yanuar Boni S
No Telp           : 081554623886


Penanganan Menurut Pakar

Pada tahun 1994, Kasali memberikan opini terhadap penanganan suatu krisis. Krisis dapat di lihat dari sinyal peringatan yang di berikan. Antara lain
A)    Kejutan ( Surprise )
Krisis muncul di waktu yang tidak dapat di duga dan di perkirakan. Krisis muncul secara mendadak seperti erupsi gunung merapi yang siap meletus kapan saja. Kedatangan krisis secara mendadak membuat perusahaan bingung harus melakukan tindakan selanjutnya. Kedatangan krisis juga sangat tidak di harapkan oleh perusahaan maupun organisasi karena hanya akan membawa kerugian material maupun citra perusahaan
B)     Meluasnya Isu ( Rumor )
Dampak dari lambatnya penanganan krisis adalah meluasnya isu ( Rumor ) di dalam atau luar perusahaan. Pekerja dan masyarakat akan mempertanyakan kinerja dan menghujani perusahaan dengan berbagai kritik. Dari omongan mulut ke mulut membuat citra perusahaan semakin lama semakin memburuk.
C)    Ekskalasi
Dari isu – isu yang ada membuat krisis semakin cepat menyebar dan merembet ke berbagai sektor perusahaan. Semakin cepat rumor menyebar, semakin tak terkendali pula krisis.
D)    Lepas Kendali
Krisis akan semakin menjadi jadi dan membuat perusahaan kewalahan dalam menangani,tidak segera di bentuknya tim penanganan krisis oleh perusahaan membuat krisis lepas kendali dan tidak dapat di tangani lagi. Bahkan,PR pun akan mengalami banyak kendala dalam menyelesaikan krisis dan akan ikut kehilangan kendali.
E)     Penyelidikan pihak luar meningkat
Adanya kepentingan pihak luar dalam suatu perusahaan, membuat penyelidikan pihak ini semakin marak terjadi. Niatan pihak luar bermacam-macam, entah itu membantu maupun menjatuhkan perusahaan karena di anggap saingan.

Admin             : Aditya Ngesti Utomo
Nim/No.Hp     : 143140807111032/082234059502

Link                 : www.kaliwaturafting.com

Pemahaman Krisis

Hampir seluruh perusahaan pernah mengalami apa yang dinamakan krisis. Entah itu perusahaan yang baru seumur jagung ataupun perusahaan yang telah lama berkecimpung di bidangnya. Krisis adalah sumber masalah yang sering kali di alami perusahaan. Krisis sepatutnya di hindari oleh perusahaan karena hanya akan menimbulkan kerugian materi maupun citra.
Penyebarluasan isu tentang krisis sangat cepat dan dalam waktu singkat dapat mencakup banyak pihak. Tidak tertahannya rumor yang beredar di sebabkan oleh faktor perusahaan yang lamban atau tidak mampu dalam membendung krisis. Pembentukan suatu perusahaan atau organisasi memang beresiko.
            Sebelum krisis terjadi,dapat dilakukan tindakan pencegahan (preventif). Tindakan preventif yang sebaiknya di lakukan adalah membuat tim manajemen krisis yang selalu memantau gejala-gejala jika akan terjadi krisis. Meskipun tim ini masih belum efektif dalam memberantas krisis, setidaknya dapat mengurangi casualty yang di terima perusahaan dan menjadi pertolongan pertama dalam keadaaan mendesak. Kepanikan akan krisis pun akan berkurang karena adanya tim manajemen krisis.
            Hal pertama yang dilakukan dalam menangani krisis adalah mengidentifikasi dan menentukan langkah selanjutnya. Terdapat dua kemungkinan krisis,yaitu kemungkinan yang di perhitungkan dan kemungkinan yang tidak di perhitungkan.
            Ada 2 contoh krisis yang sering terjadi,yaitu pencemaran produk dan tuntutan penarikan produk karena tidak layak di pasarkan. Pencemaran produk seperti bahan yang di gunakan untuk pembuatan tidak sesuai standar dan menyebabkan kerugian pada konsumen. Sedangkan penarikan produk di sebabkan oleh barang yang di pasarkan tidak seharusnya di gunakan atau di konsumsi oleh konsumen. Kesalahan tersebut tidak mesti di lakukan perusahaan, tetapi ada juga pihak – pihak yang ingin mengambil keuntungan individu.
Admin             : Aditya Ngesti Utomo
Nim/No.Hp     : 143140807111032/082234059502

Link                 : www.askansetiabudi.com

Langkah Pengelolaan Krisis


Krisis adalah penyakit yang timbul dalam perusahaan maupun organisasi, melakukan cara pengelolaan krisis yang baik dan benar dapat memulihkan keadaan perusahaan atau organisasi sehingga berjalan seperti yang seharusnya. Langkah yang di perlukan dalam pengelolaan krisis adalah :
Mengidentifikasi dan menganalisa krisis yang terjadi. Mengumpulkan data – data yang akurat dan benar adanya. Fungsi mengumpulkan data adalah mengetahui apa krisis yang sedang di alami perusahaan dan membuat prosedur penanganan dengan cepat.’
Mengarantina sumber krisis, memberikan ruang sempit agar krisis tidak keluar dari cara isolasi yang dilakukan perusahaan. Menginterogasi krisis dan memberikan pemahaman baru terhadap dampak yang di timbulkan.
Melakukan tiga strategi penting,bertahan,membaur,dan dinamis. Strategi bertahan dilakukan dengan cara membentengi diri dan menahan diri dari krisis yang timbul. Strategi membaur dengan menyelesaikan krisis dengan cara berkompromi, mengubah kebijakan sesuai dengan kaidah yang benar agar dapat meluruskan citra perusahaan. Terakhir adalah strategi dinamis,yaitu pola pikir kedepan seperti menjual saham agar menutupi kerugian, investasi ke perusahaan lain,merger ( menggabungkan dua perusahaan atau lebih), dan sebagainya.
Program pengendalian krisis, yaitu dengan cara menetapkan dan menyusun prosedur terbaik dalam menangani krisis agar tidak lepas kendali dan mudah untuk di tangani. Biasanya program pengendalian dilakukan di saat krisis sedang terjadi.
Admin             : Aditya Ngesti Utomo
Nim/No.Hp     : 143140807111032/082234059502
Link                 : www.tips-indonesia.com



Cara Mengatasi Krisis

Cara Efektif PR Menangani Krisis
Komunikasi,komunikasi adalah kegiatan yang dilakukan seluruh makhluk hidup setiap hari. semakin sering komunikasi berjalan,maka semakin luas pula pemahaman seseorang atau kelompok tentang suatu hal dan juga semakin erat hubungan antar sesama makhluk hidup.
Komunikasi yang baik akan menghasilkan keselarasan dan keseimbangan hubungan.begitu pula sebaliknya,komunikasi yang buruk akan merusak citra seseorang atau kelompok dan akan terasingkan oleh ruang lingkup sosial.
Peran PR dalam menangani masalah perusahaan adalah memperbaiki hubungan pihak - pihak yang merasa di rugikan. berkomunikasi sesering mungkin,menggali informasi sebanyak banyaknya hingga muncul kesimpulan dari sumber masalah.
Seperti yang dikatakan pada awal artikel,komunikasi yang baik sangatlah penting. pendekatan dalam menjalin hubungan harus di lakukan secara hati - hati dan tidak terburu-buru. pihak yang di dekati masih sensitif dan renta untuk di dekati. public relation harus sangat pintar dalam hal pendekatan. public relation berpengalaman akan dengan mudah melakukan kontak dengan pihak sumber masalah
Admin : Aditya Ngesti Utomo
Nim/No.hp : 143140807111032/082234059502